Palembang, GemaBerita – Gubernur Sumatera Selatan, Herman Deru, memantau progres pembangunan Tol Palembang-Betung yang ditargetkan selesai pada April 2026. Proyek strategis ini, termasuk pembangunan Jembatan Musi V, menjadi prioritas pemerintah daerah untuk meningkatkan konektivitas dan mengurangi kemacetan di wilayah Sumsel.
Hal ini disampaikan Deru setelah memimpin rapat koordinasi dengan Direksi PT Hutama Karya (HK) dan Kepala Balai Besar Pelaksana Jalan Nasional (BBPJN) Sumatera Selatan, Kamis (13/3/2025).
Dalam rapat tersebut, Deru menegaskan komitmennya memastikan proyek ini berjalan sesuai jadwal, meski sempat mengalami keterlambatan akibat transisi pengelolaan dari PT Waskita Sriwijaya Tol ke PT Hutama Karya.
“Kami fokus pada Tol Palembang-Betung karena kemarin proyek direncanakan selesai Oktober 2023. Namun, karena kendala teknis dan administratif jadinya tertunda. Sekarang, kami akan pastikan proses berjalan lancar, supaya target April 2026 tercapai,” ujar Deru.
Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah habisnya masa berlaku penetapan lokasi (penlok) sebelumnya. Saat ini, pihak terkait sedang menunggu penerbitan penlok baru untuk melanjutkan pembangunan. Meski demikian, pendanaan proyek telah siap, dan proses pembebasan lahan tinggal menyisakan sedikit bagian.
Menurut Direktur Operasi III PT Hutama Karya, Koentjoro, pembangunan tol yang melintasi tiga wilayah, yaitu Palembang, Ogan Ilir, dan Banyuasin, telah menunjukkan progres yang signifikan.
“Kami targetkan tol ini selesai April 2026, termasuk penerbitan Keputusan Menteri untuk operasional tol,” jelas Koentjoro.
Selain memantau progres tol, Deru juga membahas rencana penanganan kemacetan di ruas Palembang-Pangkalan Balai, terutama menjelang Lebaran Idul Fitri 1446 H/2025. Ruas ini kerap menjadi titik kemacetan panjang, sehingga diperlukan langkah antisipasi.
Deru telah menginstruksikan PT Hutama Karya dan Dinas Perhubungan (Dishub) Sumsel untuk berkoordinasi dengan kepolisian guna menyiapkan alternatif rute.
“Kalau macet, kendaraan dari Palembang bisa dialihkan lewat Danau Tanah Mas sebagai jalur alternatif,” ujarnya.

Komentar