Palembang, GemaBerita – Wali Kota Palembang, Ratu Dewa, menunjukkan manuver ganda dalam memajukan kota. Selain fokus pada penguatan kemandirian pangan, ia juga bergerak cepat untuk menertibkan jaringan kabel optik yang selama ini mencoreng estetika kota.
Dukungan terhadap ketahanan pangan terungkap saat menghadiri rapat paripurna HUT ke-79 Provinsi Sumatera Selatan (15/05/2025), di mana Ratu Dewa menyerukan peran aktif Palembang sebagai kota tertua dalam mewujudkan swasembada pangan regional.
“Sebagai salah satu kota tertua di Indonesia, Palembang harus mengambil peran lebih besar dalam mendukung kemandirian pangan Sumsel,” tegasnya, sembari menekankan pentingnya pengawasan pembangunan yang ketat demi menghindari dampak negatif lingkungan dan sosial.
Ia juga mengajak masyarakat untuk mengutamakan konsumsi produk lokal sebagai motor penggerak ekonomi daerah.
Tak berhenti di situ, Ratu Dewa juga mengumumkan langkah konkret untuk membenahi wajah kota dari kabel yang semrawut. Ia berencana menanam seluruh kabel wifi dan optik di bawah tanah, mengadopsi sistem ducting yang telah diterapkan di sejumlah kota seperti Cimahi, Semarang, Bogor, Batam, dan Madiun.
Tahap awal penertiban ini akan menyasar enam kecamatan di Palembang, dengan menggandeng Asosiasi Penyelenggara Jasa Telekomunikasi (Apjatel).
Belajar dari pengalaman Bogor yang sempat terkendala penolakan provider, Ratu Dewa berharap proses implementasi di Palembang berjalan lancar. Sementara itu, Batam menjadi contoh sukses dengan 95 persen jaringan listriknya telah tertanam sejak 1993, menjadikan kota tersebut tampak rapi dan minim gangguan eksternal.
Langkah Ratu Dewa ini diharapkan dapat mempercepat transformasi Palembang menjadi kota yang lebih tertata, indah, dan berestetika tinggi.

Komentar