Ogan Komering Ulu Selatan, GemaBerita – Dunia birokrasi Ogan Komering Ulu Selatan (OKUS) kehilangan salah satu sosok pentingnya. Bahdozen Hanan, S.Pd., M.Si, mantan Kepala Sekretariat (Kasek) Bawaslu OKUS 2019-2023, meninggal dunia Jumat (4/4/2025) sekitar pukul 12.00 WIB di Rumah Sakit Sabutan, Muaradua. Pria berusia 54 tahun itu dikabarkan meninggal akibat serangan jantung.
“Dia awalnya pingsan dan dilarikan ke rumah sakit, tapi nyawanya tidak tertolong,” ujar Fitriana, tetangga almarhum. Kabar duka ini langsung menyebar di lingkungan perkantoran pemerintah OKUS, terutama di Bawaslu setempat.
Bahdozen dikenal sebagai figur yang unik di lingkungan birokrasi. Dengan rambut gondrong dan selalu mengenakan kemeja rapi dengan setelan celana dasar, dia mudah dikenali. Tapi bukan hanya penampilannya yang menarik perhatian.
Selama hidupnya, Bahdozen telah menjalani berbagai peran penting. Mulai dari guru, Kepala Sekolah, hingga memimpin beberapa dinas di Pemerintah Kabupaten (Pemkab) OKUS. Dia pernah menjabat sebagai Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Disdukcapil, dan Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan di masa kepemimpinan Bupati H. Muhtadin Sera’i.
“Dia orang baik. Selain membantu dalam pekerjaan, dia juga seorang mentor,” kata salah seorang rekan kerjanya.
Di luar kehidupan profesionalnya, Bahdozen ternyata menyimpan kecintaan mendalam pada musik era 80-an. Koleksinya termasuk alat musik antik seperti kaset pita, pemutar musik piringan hitam, tape deck, walkman, dan compo. Dia juga mengoleksi album band legendaris Koes Plus.
Sementara di dunia kerja, dia dikenal dengan inovasi layanan jemput bola yang memudahkan masyarakat. Sejak memulai karier sebagai guru hingga menjadi pejabat tinggi, Bahdozen selalu menunjukkan energi dan keceriaan yang menginspirasi rekan-rekannya.
Bahdozen meninggalkan istri tercinta, Evi Liana Susanti, S.Pd., M.Si, dan tiga orang anak. Pria kelahiran Desa Bandar, Kecamatan Sosoh Buay Rayap, 9 September 1970 ini mengawali pendidikannya di SDN 2 Penyandingan, kemudian melanjutkan ke SMPN Penyandingan dan SMAN 3 Baturaja.
Pendidikan tingginya ditempuh di Universitas Sriwijaya (S1 Pendidikan Fisika) dan Universitas Sjakhyakirti (S2 Magister Administrasi Publik).
Jenazahnya dimakamkan di kampung halamannya, diiringi pelayat yang datang untuk memberikan penghormatan terakhir. Di antara mereka, banyak yang mengenang sosok Bahdozen sebagai birokrat yang hangat, humoris, dan berdedikasi.

Komentar