Palembang, GemaBerita — Modus lama dengan wajah baru kembali memakan korban di Palembang. Seorang pria berinisial EL diduga melakukan penggelapan kendaraan bermotor dengan berpura-pura menawarkan pekerjaan. Korbannya bukan satu, tapi dua sekaligus dalam kurun waktu tak sampai dua bulan.
Korban pertama, Ahmad (47), warga Ilir Timur II, Palembang, masih menyimpan pilu atas peristiwa yang dialaminya pada Jumat (2/5) malam. Ia mengaku ditawari pekerjaan lemburan dengan imbalan Rp500 ribu oleh EL, seseorang yang dikenalnya dari hubungan istri mereka.
“Dia datang ke rumah, bilang butuh dua orang untuk bantu kerja malam itu. Saya ajak satu teman, dan kami ke lokasi yang dibilang gudang di samping SPBU Jalan Yos Sudarso,” ujar Ahmad, Sabtu (3/5/2025).
Namun setiba di lokasi, gudang itu kosong. EL lalu meminjam motor korban dengan alasan menjemput mandor. “Saya percaya karena istrinya kenal baik dengan istri saya. Tapi setelah dua jam, dia tidak kembali,” katanya. Motor yang dibawa kabur adalah Honda seharga Rp22 juta keluaran 2019.
Ironisnya, saat mencari informasi lebih lanjut, Ahmad menemukan EL ternyata bukan pemain baru. Ia disebut pernah menipu warga lain dengan modus serupa.
Korban kedua, Sugito (73), petani yang tinggal di Seberang Ulu II, Palembang, mengalami kejadian pada 11 Maret 2025. Ia juga ditawari pekerjaan oleh EL sebagai buruh angkut di Pelabuhan Boom Baru. EL bahkan meminta KTP Sugito sebagai syarat kerja, lalu membawa korban dengan motor ke bawah Jembatan Musi IV.
“Katanya mau ambil formulir ke kantor. Dia pinjam motor dan langsung kabur,” ujar Sugito pasrah. Motor miliknya pun raib, hanya menyisakan kabar duka di usia senja.
Ahmad telah melaporkan kasus ini ke Polrestabes Palembang. “Kami sedang mendalami laporan tersebut,” kata Kasat Reskrim singkat.
Kepada wartawan, Ahmad menyebut bahwa keluarga EL pun sudah menyerah. “Ibunya bilang anaknya memang bermasalah sejak dulu, sering KDRT dan katanya pakai sabu juga.”
Kini, kedua korban hanya berharap pelaku segera ditangkap. “Bukan cuma saya, ternyata ada lagi yang kena. Jangan sampai makin banyak korban,” ujar Ahmad.

Komentar