Banyuasin, GemaBerita – Kabupaten Banyuasin tengah menghadapi krisis pengelolaan sampah yang kian meresahkan. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) setempat mengungkapkan bahwa dari total 288,57 kilogram sampah yang dihasilkan setiap hari, hanya sekitar 164 kilogram yang berhasil diangkut.
Masalah utama terletak pada keterbatasan armada pengangkut. Dari 26 unit kendaraan yang dimiliki, hanya lima unit dalam kondisi layak pakai, sementara sisanya rusak ringan hingga berat. Beberapa bahkan tetap dipaksakan beroperasi demi menjaga sirkulasi pengangkutan.
“Kondisi kendaraan kami sangat memprihatinkan. Dari enam OPTD, sebagian besar armada tidak bisa diandalkan. Akibatnya, sekitar 124,57 kilogram sampah setiap hari tidak terangkut,” ujar Kepala DLH Banyuasin, Zazeli Mustofa, Senin (28/4).
Upaya maksimal tetap dilakukan DLH dengan kontrol ketat dan pemanfaatan kendaraan yang masih berfungsi. Namun, keterbatasan teknis jelas menjadi tantangan utama dalam menjaga kebersihan kota.
DLH pun mulai menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk menutupi kekurangan armada dan mempercepat penanganan sampah yang menumpuk.
“Kami tengah mencari solusi terbaik, termasuk kolaborasi dengan swasta agar pengelolaan sampah bisa lebih optimal,” tambah Zazeli.
Masalah ini tidak bisa dianggap sepele. Sampah yang tidak terangkut bukan hanya mencemari lingkungan, tapi juga mengancam kesehatan masyarakat. Aroma tak sedap, tumpukan sampah di sudut jalan, hingga potensi penyakit akibat lalat dan bakteri kini menghantui warga Banyuasin.

Komentar