Palembang, GemaBerita – Kabar terbaru mengenai kondisi Ahmad Handa (31), pengantin pria yang menjadi korban pembacokan brutal menjelang akad nikahnya di Palembang, menunjukkan perkembangan yang mengkhawatirkan.
Setelah sempat mendapatkan perawatan intensif di ruang prioritas IGD RSUD Bari Palembang, Ahmad akhirnya dirujuk ke Rumah Sakit Mohammad Hoesin (RSMH) Palembang untuk menjalani operasi penyelamatan akibat kondisinya yang terus menurun.
Ibunda korban, Ningcik (55), mengungkapkan keprihatinannya atas kondisi sang anak. “Anak saya kemarin usai akad nikah di RS Bari Palembang langsung dirujuk ke RS umum untuk dioperasi,” tuturnya dengan nada cemas pada Senin (12/5/2025).
Lebih lanjut, Ningcik menyebutkan kondisi Ahmad sangat memprihatinkan lantaran kekurangan darah. Dengan penuh harap, ia memohon uluran tangan warga Palembang untuk mendonorkan darah golongan A+ demi kesembuhan putranya.
“Saya harap kepada warga Palembang mohon bantuan mendonorkan darahnya. Anak kami sangat membutuhkan darah A+,” ujar Ningcik dengan haru.
Baca Juga : Dendam ‘Cepu’ Narkoba Jadi Motif Pembacokan Sadis Pengantin Palembang
Di tengah perjuangan untuk kesembuhan Ahmad, pihak keluarga juga menaruh harapan besar kepada kepolisian agar segera menindaklanjuti laporan mereka dan menangkap para pelaku penyerangan yang terjadi di Jalan Panca Usaha, Seberang Ulu I, Palembang, pada Minggu (11/5).
“Saya berharap pihak kepolisian cepat bertindak dan mengusut kasus ini hingga tuntas,” tegas Ningcik.
Seperti diberitakan sebelumnya, Ahmad diserang oleh sejumlah orang tak dikenal sesaat setelah tiba di rumah calon mempelai wanita. Para pelaku yang diduga berjumlah lima orang itu menyerang korban dengan senjata tajam jenis golok dan bahkan terdengar suara tembakan.
Akibat serangan tersebut, Ahmad mengalami luka-luka serius dan harus segera dilarikan ke rumah sakit. Korban sendiri mengaku mengenali para pelaku dan menduga kuat motif penyerangan adalah dendam lama akibat perselisihan sebelumnya. Pihak kepolisian saat ini tengah melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus ini.

Komentar