Palembang, GemaBerita — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla) terus membayangi Sumatera Selatan. Sepanjang 1 Januari hingga 26 Juli 2025, tercatat 98 kejadian karhutla yang tersebar di 11 kabupaten/kota, berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumsel.
Wilayah Ogan Ilir disebut sebagai zona merah, setelah mencatat 56 kejadian karhutla, dengan Kecamatan Indralaya Utara menjadi titik terparah sebanyak 28 kejadian. Sementara kecamatan lainnya seperti Pemulutan mencatat 8 kejadian, Pemulutan Barat dan Payaraman masing-masing 5, Tanjung Batu 3, Indralaya dan Rambang Kuang masing-masing 2, serta Muara Kuang, Rantau Alai, dan Tanjung Raja masing-masing 1 kejadian.
“Sepanjang tahun ini, kejadian karhutla di Sumsel sudah mencapai 98 kali. Ada 11 daerah yang terdampak,” ungkap Sudirman, Kepala Bidang Penanganan Darurat BPBD Sumsel, Minggu (27/7/2025).
Di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), tercatat 9 kejadian. Kecamatan Tulung Selapan menjadi wilayah terbanyak dengan 4 kejadian, disusul Cengal, Jungkal, Pampangan, Pangkalan Lampam, dan Jejawi masing-masing 1 kejadian.
Musi Banyuasin (Muba) turut mencatat 9 kejadian karhutla yang tersebar di Sekayu, Bayung Lencir, Lais, dan Sungai Keruh. Sementara Muara Enim memiliki 7 kejadian di Lembak, Kelekar, Gelumbang, dan Sungai Rotan. Kabupaten Banyuasin mencatat 6 kejadian di Rantau Bayur dan Rambutan.
Lima kejadian juga tercatat di Kabupaten PALI, menyebar di Abab, Penukal Utara, Talang Ubi, dan Tanah Abang. Kota Prabumulih melaporkan 2 kejadian di Cambai dan Prabumulih Barat. Adapun wilayah Musi Rawas, Empat Lawang, Lahat, dan Palembang masing-masing hanya mencatat satu kejadian.
“Untuk luasan karhutla, sementara ini masih menunggu data dari Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Kementerian Kehutanan,” tambah Sudirman.
BPBD Sumsel mengimbau seluruh pemerintah daerah agar meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi musim kemarau, termasuk pembentukan tim patroli, edukasi publik, dan penguatan desa siaga karhutla.

Komentar