Palembang, GemaBerita – Sungguh sebuah anugerah tak ternilai bagi Sayyidah Nadhriytaul Mufarroch. Di usia yang masih sangat muda, 22 tahun, ia berkesempatan menunaikan ibadah haji, mendampingi sang ibunda tercinta, Siti Nurjannah (67 tahun).
Kisah keberangkatannya menjadi secercah kebahagiaan di tengah panjangnya daftar tunggu haji.
Seharusnya, alumnus UIN Raden Fatah Palembang ini baru akan menginjakkan kaki di Tanah Suci pada tahun 2035. Namun, takdir berkata lain. Berkat pengajuan sebagai pendamping ibunda yang telah lebih dulu mendaftar, Sayyidah menjadi jemaah termuda di kloter 4 Embarkasi Palembang tahun ini.
“Ibu saya sudah daftar duluan dan tahun ini berangkat, sedangkan saya seharusnya berangkat pada 2035. Namun kami mengajukan untuk pendamping ibu, makanya bisa berangkat tahun ini,” ungkap Sayyidah dengan penuh syukur, Selasa (6/5/2025).
Gadis yang didaftarkan haji sejak 2017, saat masih duduk di bangku SMA, mengaku tak memiliki persiapan khusus selain menjaga fisik dan mental. Pengalaman umrah sebelumnya sedikit banyak memberikan gambaran tentang ritus ibadah haji yang membutuhkan stamina prima.
Di balik kebahagiaan menunaikan ibadah, tersimpan cita-cita mulia di hati Sayyidah. Anak ke-10 dari 10 bersaudara ini berkeinginan menjadi seorang dosen. Saat ini, ia tengah mempersiapkan diri untuk melanjutkan studi S2 di UIN Malang, mengambil jurusan Sastra Bahasa.
Keluarga besar Sayyidah memang memiliki ikatan yang kuat dengan ibadah haji. “Rata-rata saudara saya sudah naik haji. Meskipun beberapa masih ada yang belum naik haji karena masih dalam daftar tunggu dan ada yang ingin berangkat dengan pasangannya,” tuturnya.
Keberangkatan Sayyidah juga menjadi penguat bagi sang ibunda yang telah ditinggal oleh ayahanda tercinta, KH Muhammad Mudarris SM bin KH Moh Soleh.
Almarhum ayah Sayyidah merupakan Pimpinan Pondok Pesantren Sabilul Hasanah di Banyuasin. Bersama kakak-kakaknya, Sayyidah turut meneruskan usaha keluarga di bidang KBIH dan pesantren.
Kisah Sayyidah menjadi pengingat akan keutamaan berbakti kepada orang tua dan bagaimana impian bisa terwujud melalui jalan yang tak terduga.
Di usia muda, ia tak hanya meraih kesempatan emas berhaji, tetapi juga membawa serta harapan dan doa dari keluarga tercinta.

Komentar