Palembang, GemaBerita – Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU) Selatan membuktikan diri sebagai jantung penghasil kopi robusta di Sumatera Selatan (Sumsel).
Dengan lahan seluas 89.050 hektare, wilayah ini tidak hanya menjadi yang terluas di provinsi tersebut, tetapi juga menyumbang 62.297 ton kopi per tahun, setara dengan 30% produksi kopi Sumsel.
Data Dinas Perkebunan Sumsel mengungkap, OKU Selatan bukan sekadar pemilik lahan kopi terbesar, melainkan juga penyangga ekonomi 198.021 petani di Sumsel.
“Ini adalah bukti bahwa kopi robusta OKU Selatan bukan hanya untuk lokal, tapi untuk Indonesia,” tegas Hafizman, Kabid Produksi Perkebunan Sumsel.
Berbeda dengan arabika yang hanya bisa tumbuh di dataran tinggi Muara Enim dan Pagaralam, robusta OKU Selatan lebih adaptif dan menjadi primadona petani.
Karakteristik tanah dan iklim di wilayah ini menghasilkan biji kopi dengan kekhasan rasa earthy dan bold yang digemari pasar.
Meski produksinya melimpah, peningkatan mutu pascapanen masih menjadi pekerjaan rumah. “Kami terus berupaya membina petani agar kualitas kopi OKU Selatan bisa bersaing di tingkat global,” tambah Hafizman.

Komentar