Banyuasin, GemaBerita – Tradisi perpisahan sekolah dan study tour kembali menjadi sorotan menjelang akhir tahun ajaran. Bupati Banyuasin Askolani menegaskan, kegiatan tersebut bukan kewajiban dan sebaiknya dilakukan secara sederhana agar tidak membebani orang tua maupun siswa.
“Tidak juga melarang, tetapi lebih baik dibuat sederhana saja. Jangan sampai membebankan orang tua dan siswa, karena perpisahan dan study tour ini bukanlah kewajiban,” ujar Askolani pada Rabu (7/5/2025).
Ia mengingatkan, perpisahan sekolah bukanlah keharusan, melainkan tradisi yang bisa disesuaikan. Ia mengkritisi tren penyelenggaraan acara besar dengan sewa orkes dan organ tunggal, yang sering kali memakan biaya tidak sedikit.
Sebagai alternatif, Askolani menyarankan sekolah menggelar acara sederhana namun tetap berkesan, seperti pertunjukan tari tradisional atau pentas seni budaya lokal, yang tidak membutuhkan anggaran besar.
Senada dengan acara perpisahan, study tour juga tetap bisa dilaksanakan dengan konsep edukatif yang lebih ekonomis. Ia mengusulkan kunjungan ke pabrik pengolahan sawit, budidaya ikan, dan peternakan dalam wilayah Kabupaten Banyuasin, yang memberikan wawasan mendidik tanpa harus keluar kota.
“Itu mendidik dan hanya butuh sehari, tidak mengeluarkan biaya besar tetapi ada nilai edukasinya,” pungkasnya.

Komentar