Banyuasin, GemaBerita – Brigadir Pangan Kabupaten Banyuasin bergerak cepat mendukung pelaksanaan Gerakan Indonesia Menanam (Gerina) yang baru saja diluncurkan oleh Presiden Prabowo Subianto. Salah satu inovasi utama dalam program nasional ini adalah metode penanaman padi apung, yang dinilai sangat cocok diterapkan di wilayah-wilayah dengan keterbatasan lahan pertanian.
Ketua Brigadir Pangan Banyuasin, Deddy Iswanto, menyambut baik terobosan ini. Ia menilai padi apung menjadi solusi efektif untuk memberdayakan masyarakat, terutama yang hanya memiliki lahan sempit atau kolam di sekitar rumah.
Baca Juga : Gerina: Dari Sehelai Daun, Tumbuh Harapan Bangsa
“Ini lebih bagus untuk keluarga yang tidak punya lahan. Di pekarangan rumah yang punya kolam, bisa dimanfaatkan. Di atas kolam ditanam padi, di bawahnya bisa dibudidayakan ikan,” jelas Deddy, Jumat (25/4/2025).
Ia menerangkan, penerapan metode padi apung ini cukup sederhana. Masyarakat hanya perlu menggunakan bahan-bahan yang mudah didapat seperti bambu atau botol plastik bekas sebagai pelampung. “Bambu dibelah lalu dirangkai, atau pakai botol aqua gelas yang ditata rapi, diberi tanah, lalu ditabur bibit padi. Mudah dan hemat biaya,” tambahnya.
Sebagai bentuk keseriusan, Brigadir Pangan Banyuasin berkomitmen mendorong seluruh jajaran untuk aktif menerapkan program ini. Deddy menargetkan peningkatan indeks pertanaman (IP) dari IP100 menjadi IP200, bahkan diupayakan mencapai IP300, demi memperkuat ketahanan pangan daerah.
“Ke depannya kami akan berusaha semaksimal mungkin menerapkan program ini secara luas. Ketahanan pangan harus dipertahankan dan terus ditingkatkan,” tegasnya.
Gerakan Indonesia Menanam atau Gerina bertujuan untuk memperkuat kedaulatan pangan nasional dengan memanfaatkan lahan sempit melalui metode inovatif dan terintegrasi. Dengan konsep pertanian dan perikanan sekaligus, program ini diharapkan mampu meningkatkan produktivitas pangan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

Komentar