Banyuasin, GemaBerita – Bupati Banyuasin Askolani geram menyikapi jebolnya tanggul tambang batu bara milik PT. Basin Coal Mining (BCM) di Desa Paldas, Kecamatan Rantau Bayur. Ia menuding perusahaan selama ini “tutup mata” terhadap koordinasi dengan pemerintah daerah.
Pernyataan tegas itu disampaikan Askolani dalam rapat darurat yang digelar di Ruang Rapat Rumah Dinas Bupati, dipimpin Sekretaris Daerah Banyuasin Erwin Ibrahim. Hadir dalam pertemuan tersebut Asisten I Setda Banyuasin, Kepala Perangkat Daerah, serta perwakilan PT. BCM.
“Sampai hari ini tidak ada komunikasi atau itikad baik dari perusahaan untuk bersilaturahmi dengan Pemkab. Padahal, apa pun yang terjadi di masyarakat adalah tanggung jawab kami,” tegas Askolani.
Perwakilan PT. BCM, Agus, menyampaikan permohonan maaf atas insiden tersebut. “Kami sudah berupaya antisipasi, tetapi debit air di luar prediksi akibat curah hujan tinggi. Kami akan kaji ulang dan segera perbaiki tanggul,” jelasnya.
Namun, Askolani menilai insiden ini terjadi karena kesalahan teknis dan kurangnya pengkajian Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) oleh perusahaan.
“Segera perbaiki tanggul yang jebol, lengkapi dokumen administrasi, dan pikirkan kepentingan masyarakat. Jangan sampai merugikan warga lagi,” pungkasnya.
Rapat ini digelar sebagai upaya mencari solusi pascainsiden yang berpotensi membahayakan warga tersebut. Pemkab Banyuasin mendesak PT. BCM segera mengambil langkah sebelum musim hujan berikutnya tiba.

Komentar