Banyuasin, GemaBerita – Kabupaten Banyuasin kini menancapkan kuku sebagai salah satu lumbung padi utama nasional. Dengan produksi gabah mencapai 1,2 juta ton pada tahun 2024, Banyuasin menduduki peringkat ketiga penghasil gabah terbesar di Indonesia. Namun, torehan ini belum memuaskan ambisi Bupati Banyuasin, Askolani.
Orang nomor satu di Banyuasin itu menegaskan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Banyuasin bersama seluruh petani tengah berupaya keras untuk melipatgandakan produksi gabah di tahun 2025.
“Kami akan meningkatkan produksi gabah bagaimanapun caranya bersama petani di Kabupaten Banyuasin,” ujarnya dengan nada optimis pada Selasa (13/5/2025).
“Sehingga, jumlah produksi gabah di Banyuasin dapat meningkat dan kesejahteraan petani juga bisa tercapai,” imbuhnya.
Askolani menjelaskan, berbagai strategi telah disiapkan untuk mencapai target tersebut. Selain membentuk brigade pangan yang melibatkan generasi milenial, Pemkab Banyuasin juga akan merangkul seluruh petani yang ada di wilayahnya.
Langkah konkret lain yang akan diambil adalah membuka lahan persawahan baru dan mengoptimalkan lahan sawah yang sudah ada.
“Kami juga sudah berkoordinasi intensif dengan Kementerian Pertanian (Kementan) untuk mendapatkan dukungan dalam meningkatkan hasil produksi gabah di Banyuasin,” ungkap Askolani.
Lebih lanjut, ia menyampaikan kabar gembira bahwa petani di Banyuasin kini telah menanam padi jenis IP 100, 200, dan 300.
“Sehingga, kami optimis bisa meningkatkan produksi gabah sebanyak 2,4 juta ton untuk Banyuasin,” pungkasnya dengan keyakinan tinggi.
Target ini jelas menunjukkan ambisi Banyuasin untuk tidak hanya menjadi pemain utama, tetapi juga merajai produksi gabah secara nasional.

Komentar