Banyuasin, GemaBerita – Daya tarik budidaya laos di Kampung Laos, Desa Merah Mata, Kecamatan Banyuasin I, Kabupaten Banyuasin, berhasil memikat perhatian negara tetangga.
Pada Selasa (6/5/2025), rombongan delegasi dari Thailand dan Malaysia tampak antusias melakukan studi mendalam menggali kunci sukses petani lokal dalam mengembangkan tanaman rimpang bernilai ekonomi tinggi ini.
Kedatangan para tamu internasional ini disambut hangat oleh Bupati Banyuasin, Askolani. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Askolani dengan bangga memaparkan bagaimana para petani di Desa Merah Mata dengan ketekunan dan inovasi mampu mengoptimalkan lahan mereka untuk budidaya laos yang produktif.
Keberhasilan ini menjadi magnet kuat yang menarik minat delegasi dari Negeri Gajah Putih dan Negeri Jiran untuk datang langsung dan belajar.
“Selamat datang di Kabupaten Banyuasin, sebuah wilayah dengan karakteristik geografis yang unik, perpaduan antara daratan dan perairan. Desa Merah Mata ini secara khusus merupakan dataran paling rendah di wilayah kami, namun di sinilah potensi budidaya laos berkembang pesat,” ujar Bupati Askolani, memberikan konteks wilayah studi kepada para delegasi.

Salah seorang perwakilan delegasi Thailand, Miss Lucky, tak dapat menyembunyikan kekagumannya terhadap praktik budidaya laos yang ia saksikan di Banyuasin. Meskipun ia mengakui bahwa teknik penanaman laos di Thailand memiliki kemiripan dengan di Indonesia, ia menyoroti adanya perbedaan signifikan dalam kondisi lahan yang dihadapi petani Kampung Laos.
“Perbedaan utama yang kami lihat adalah kondisi lahan di sini yang cenderung lebih berair. Sementara di Thailand, lahan untuk budidaya laos umumnya lebih kering,” ungkap Miss Lucky, menegaskan adaptasi luar biasa yang dilakukan petani Kampung Laos terhadap kondisi lingkungan setempat.
Kunjungan delegasi dari Thailand dan Malaysia ini menjadi suntikan semangat bagi para petani laos di Kampung Laos.
Ketertarikan dari negara tetangga membuka peluang emas untuk potensi kolaborasi yang lebih erat serta pertukaran pengetahuan yang saling menguntungkan di sektor pertanian, terutama dalam pengembangan budidaya laos yang menjanjikan.
Diharapkan, studi komparatif ini akan memberikan wawasan berharga bagi Thailand dan Malaysia dalam memajukan sektor pertanian mereka. Di sisi lain, kunjungan ini juga guna mempromosikan potensi pertanian unggulan Kabupaten Banyuasin di panggung internasional, membuka jalan untuk peluang ekspor dan kerja sama ekonomi yang lebih luas.

Komentar