Minta Jamaah Haji Indonesia Tak Manja
Makkah, GemaBerita – Menteri Agama (Menag) Nasrudidn Umar memprediksi pelaksanaan haji tahun 2025 adalah haji akbar. Karenanya, dia berpesan Jamaah Haji Indonesia yang akan berangkat ke Tanah Suci menjaga niat untuk tulus beribadah kepada Allah SWT.
“Mudah-mudahan tahun ini bertepatan dengan haji akbar, tapi niatnya harus besar,” ujar Menag, usai memberikan pengarahan kepada Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH), di Kantor Daerah Kerja (Daker) Makkah, Arab Saudi, Selasa (29/4/2025) Waktu Arab Saudi (WAS).
Baca Juga : Hafizah Banyuasin Wakili Indonesia di MTQ Internasional Yordania
Yang dimaksud Haji Akbar adalah waktu pelaksanaan wukuf di Arafah terjadi pada hari Jumat. Jika melihat Kalender Hijriah yang dikeluarkan Kementerian Agama (Kemenag) hari raya Idul Adha 1446 Hijriah (10 Dzulhijjah 1446) jatuh pada hari Jumat 6 Juni 2025. Jika berpatokan pada kalender tersebut, artinya tanggal 9 Dzulhijjah 1446 yang merupakan waktu wukuf akan terjadi pada hari Kamis, 5 Juni 2025. Dengan begitu, kemungkinan terjadinya haji akbar pada tahun ini tidak terjadi.
Menag meminta jemaah haji Indonesia tidak manja. Contonya, jamaah haji minta semuanya dilayani seperti kebiasaan mereka di Tanah Air. “Di sini kita melayani diri sendiri. Memag ada petugas, tapi tidak mungkin bisa melayani semuanya. Kesabarannya diperlukan,” tambahnya.
Di Depan Kakbah, Menag Berikan Empat Pesan untuk Petugas Haji
Pada hari yang sama, Menag memberikan pesan khusus kepada para petugas haji Indonesia saat berada di depan Kakbah, Makkah, Selasa (29/4/2025) waktu Arab Saudi. Menag berharap empat pesan yang disampaikan ini dapat menjadi bekal spiritual dan moral dalam menjalankan tugas melayani jemaah haji.
Keempat poin utama adalah, Pertama adalah niat yang tulus. Ia menegaskan bahwa setiap langkah dan pelayanan yang diberikan harus benar-benar diniatkan karena Allah semata. “Semakin baik kita melayani tamu Allah, insya Allah Tuhan akan membalas dengan kebaikan pula. Orang yang ikhlas tidak mudah marah atau mengeluh. Semua yang kita temui adalah ‘Wajah’ Allah,” katanya.
Pesan kedua adalah kekompakan. Ia menekankan bahwa persatuan melahirkan kekuatan dan keberkahan. “Kalau teman terlihat lebih santai, jangan iri. Itu hadiah dari Tuhan. Kita justru bersyukur karena diberi kesempatan lebih untuk berbuat,” tuturnya.
Ketiga, ia mengingatkan tentang pentingnya kedisiplinan. Menurutnya, disiplin adalah bagian dari ibadah yang harus dijaga secara konsisten sejak awal hingga akhir tugas.
“Jangan hanya semangat di awal lalu mengendur di belakang. Istiqamah itu artinya tidak lelah, tidak bosan, dan terus menjaga semangat dalam keadaan apa pun,” ujar Menag.
Pesan keempat adalah menjaga kekompakan batin dan menghindari konflik. Menag meminta agar petugas saling menjaga, tidak saling menjelekkan, dan bijak dalam menerima kritik.
“Kalau dikritik jemaah, telan saja. Kalau benar, katakan ‘ampuni saya’. Kalau salah menilai, katakan ‘ampuni dia’. Jangan simpan dendam atau kekecewaan,” pesannya.
Titip Doa dan Harapan
Menag juga berdoa agar petugas diberi kekuatan dalam menghadapi tantangan penyelenggaraan haji. Ia berharap pelayanan tahun ini berjalan lancar.
“Saya berdoa panjang untuk teman-teman seperjuangan. Kalau kalian sukses, kita semua sukses. Insya Allah, saya akan kembali ke sini pada waktu yang tepat,” tuturnya.
Menutup arahannya, Menag berpesan agar para petugas menjaga keseimbangan antara ibadah pribadi dan tugas pelayanan. “Jangan sampai ibadah pribadi membuat tugas utama terabaikan. Kita adalah hamba Allah sekaligus petugas haji. Jalankan dua-duanya dengan seimbang dan khusyuk,” pungkasnya. (*)

Komentar