Palembang, GemaBerita – Pergantian musim dari hujan ke kemarau atau yang dikenal musim pancaroba kembali melanda Kota Palembang. Meski terlihat biasa, masa transisi ini menyimpan potensi bahaya kesehatan yang tak bisa diabaikan. Warga diminta meningkatkan kewaspadaan karena daya tahan tubuh umumnya menurun saat cuaca tak menentu, membuat tubuh lebih rentan terhadap serangan penyakit.
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), demam berdarah dengue (DBD), dan diare menjadi tiga jenis penyakit yang sering menyerang di masa pancaroba. Dinas Kesehatan Kota Palembang pun angkat bicara dan mengingatkan pentingnya pola hidup bersih dan sehat sebagai benteng pertahanan pertama melawan penyakit.
Baca Juga : Waspada! Palembang Masuki Musim Pancaroba, BMKG Ingatkan Ini
“Perilaku hidup bersih dan sehat sangat penting untuk mencegah berbagai penyakit, terutama saat cuaca yang sering berubah-ubah,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Dinkes Palembang, Yudhi Setiawan, pada Senin (21/4/2025).
Menurutnya, masyarakat perlu membiasakan diri mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, terutama sebelum dan sesudah makan, setelah dari toilet, serta setelah memegang benda-benda yang kemungkinan tercemar. Mandi dua kali sehari, menjaga kebersihan rumah, serta menyingkirkan genangan air yang bisa menjadi sarang nyamuk.
Tak kalah penting, Yudhi mengingatkan soal asupan nutrisi. Makanan bergizi seimbang yang terdiri dari sayur, buah, dan protein akan membantu tubuh tetap bugar. Ia juga menyarankan memperbanyak konsumsi vitamin C untuk menjaga daya tahan tubuh.
“Kurangi makanan olahan tinggi gula dan lemak. Itu justru bisa menurunkan imunitas dan membuat tubuh lebih mudah terserang penyakit,” tambahnya.
Untuk mencegah DBD yang masih menjadi ancaman serius di wilayah tropis, masyarakat juga diminta konsisten menerapkan gerakan 3M: menguras tempat penampungan air, menutup wadah-wadah air secara rapat, serta mengubur barang-barang bekas yang dapat menjadi tempat berkembang biaknya nyamuk Aedes aegypti.
Sementara itu, BMKG Provinsi Sumatera Selatan melalui Kepala Unit Data dan Informasi BMKG Stasiun Meteorologi SMB II Palembang, Sinta Andayani, menyebutkan wilayah Palembang telah memasuki masa pancaroba sejak pertengahan April 2025 dan diperkirakan akan berlangsung hingga akhir Mei.
“Cuaca cenderung berubah-ubah. Pagi bisa cerah, sore mendung, malam hujan. Kondisi ini menantang bagi tubuh manusia untuk beradaptasi. Karena itu, masyarakat perlu lebih menjaga kesehatan,” kata Sinta.
Dengan memperkuat imunitas dan menjaga kebersihan lingkungan, masyarakat Palembang diharapkan bisa melalui musim pancaroba ini dengan lebih aman dan sehat.

Komentar