Madinah, GemaBerita – Sebanyak 779 Jemaah Haji Indonesia tiba di tanah suci Madinah, Jumat (2/5/2025) pagi Waktu Arab Saudi. Mereka berasal dari 339 Jemaah Haji Indonesia yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) pertama asal embarkasi Jakarta Pondok Gede (JKG-01) dan 386 jemaah asal Lombok.
Setibanya di Bandara Pangeran Muhammad Bin Abdul Azis Madinah, seluruh jemaah langsung diantarkan ke penginapan masing-masing. Antara lain di Hotel Abrajtabah, Madinah.
Baca Juga: Jemaah Haji Kloter Awal Padang dan Palembang Siap Berangkat Mei Ini
Menteri Agama (Menag) Nasaruddin Umar saat melepas keberangkatan kloter pertama jemaah haji Indonesia tahun 2025 menegaskan bahwa haji bukan sekadar perjalanan fisik, melainkan perjalanan spiritual menuju langit, yang penuh dengan kesucian dan pengorbanan. “Perjalanan haji ini bukan perjalanan biasa. Ini adalah perjalanan ke langit. Karena itu, perbaikilah niat, karena keikhlasan adalah vitamin paling kuat dalam menjalankan ibadah ini,” ujar Menag Nasaruddin di Asrama Haji Pondok Gede, Jakarta, Kamis (1/5/2025).
Dalam kesempatan yang sama, hadir pula Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal, Menkes Budi Gunadi Sadikin, Menhub Dudy Purwagandhi, Kepala BPKH Fadhlul Imansyah, perwakilan Badan Penyelenggara Haji (BPH), serta Deputi Bidang Koordinasi Penguatan Karakter dan Jati Diri Bangsa Kemenko PMK Warsito.
Wakil Ketua DPR Cucun Ahmad Syamsurijal mengapresiasi kinerja Kemenag dan BPH yang telah bersinergi untuk mewujudkan penyelenggaraan haji yang lebih baik. “Terima kasih atas kerja samanya untuk mewujudkan pelayanan haji yang semakin baik,” kata Cucun.
Ia juga mengingatkan jemaah agar senantiasa mendoakan para pemimpin bangsa di tempat-tempat mustajab di Tanah Suci. “Bapak Ibu adalah duta bangsa. Jangan lupakan negeri ini dalam setiap doa,” ujarnya.
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin memberikan perhatian khusus terhadap kesehatan jemaah. Ia menyebutkan, pada tahun 2023 tercatat lebih dari 773 jemaah haji Indonesia wafat, mayoritas karena penyakit jantung dan paru. Oleh karena itu, ia mengimbau jemaah menjaga kondisi sejak keberangkatan hingga pulang ke tanah air.
“Bapak Ibu, kalau ingin berbuat baik, jagalah kesehatan. Karena jika banyak jemaah tidak sehat, dampaknya bukan hanya pada diri sendiri, tetapi juga pada jemaah haji Indonesia di masa depan. Kondisi tingkat kesehatan jemaah ini bisa berdampak pada pembatasan kuota dan kenaikan premi asuransi bagi jemaah selanjutnya,” tegas Menkes.
Ia juga mengingatkan agar jemaah jangan sungkan menggunakan masker bila sudah merasa tidak fit. “Ini baik, agar jangan sampai menularkan kepada yang lain,” tuturnya.
Ia juga menyarankan agar jemaah senantiasa memantau kondisi kesehatannya. Menurutnya ada tiga indikator yang dapat menyebabkan serangan jantung, sebagai penyakit yang paling banyak menyebabkan kematian jemaah haji. “Serangan jantung itu tidak muncul tiba-tiba, ada tiga indikatornya, yaitu darah tinggi, gula tinggi, kolesterol tinggi. Tiga indikator ini yang paling banyak memicu serangan jantung di tanah suci,” tambahnya.
Pemerintah juga menyampaikan bahwa Indonesia mendapatkan kemudahan dari otoritas Saudi, termasuk kemudahan akses rumah sakit. Hal ini merupakan hasil dari lobi-lobi yang panjang dan upaya diplomatik pemerintah Republik Indonesia.
“Alhamdulillah, dengan sistem pemeriksaan kesehatan yang lebih ketat dan adanya pendampingan medis, angka kematian jemaah haji Indonesia tahun lalu menurun drastis dibanding tahun 2023,” jelas Menkes.
Senada dengan Menkes, Menag pun menutup pesannya dengan ajakan untuk kerja sama semua pihak. “Mari kita jaga kekompakan. Kami sudah menyiapkan segala sesuatunya, tetapi haji adalah ibadah yang penuh tantangan. Dengan ikhtiar, doa, dan niat yang lurus, insya Allah, semua bisa berjalan lancar,” ujarnya.
Di tempat terpisah, Kepala Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) Provinsi NTB, Zamroni Aziz saat melepas Jamaah Haji Kloter Pertama menyampaikan harapan agar seluruh jamaah dapat menjalankan ibadah haji dengan lancar, sehat, dan kembali ke tanah air dalam formasi lengkap. “Kloter perdana ini adalah awal dari seluruh proses panjang ibadah haji 2025. Semoga seluruh jamaah selalu diberi kesehatan, kelancaran ibadah, dan pulang dengan predikat haji mabrur,” ujarnya.
Zamroni menegaskan bahwa ibadah haji adalah tanggung jawab bersama dan meminta seluruh petugas untuk bekerja sepenuh hati. Ia juga menyebutkan bahwa keberangkatan kloter pertama ini diawali dengan doa bersama lintas agama dan ormas yang diikuti lebih dari 20 ribu orang. (*)

Komentar