Musi Banyuasin, GemaBerita — Isu pemekaran wilayah kembali menghangat di Sumatera Selatan. Kali ini, giliran Kabupaten Musi Banyuasin (Muba) yang jadi sorotan. Sebanyak enam kecamatan di wilayah ini dikabarkan siap “angkat kaki” dan membentuk kabupaten baru bernama Musi Banyuasin Timur.
Wacana pemekaran ini bukan hal baru. Namun, belakangan kembali mencuat setelah dukungan dari masyarakat dan tokoh lokal kian menguat. Mereka menilai pembentukan daerah otonomi baru (DOB) sebagai langkah strategis untuk mendekatkan pelayanan publik dan mempercepat pembangunan di wilayah-wilayah terpencil.
Adapun enam kecamatan yang disebut-sebut bakal menjadi cikal bakal Kabupaten Musi Banyuasin Timur adalah Kecamatan Lalan, Babat Supat, Tungkal Jaya, Sungai Lilin, Keluang, dan Bayung Lencir. Enam kecamatan ini secara geografis berada di wilayah timur Muba, dengan jarak tempuh yang cukup jauh dari pusat pemerintahan kabupaten induk.
“Jika ini disetujui, tentu akan membuka peluang besar bagi percepatan pembangunan infrastruktur, pendidikan, hingga ekonomi masyarakat,” ujar salah satu tokoh masyarakat disana.
Wacana ini juga diyakini bisa menjawab tantangan klasik di daerah yang luas seperti Muba: pelayanan publik yang belum merata dan lambatnya akses birokrasi ke pusat kabupaten.
Meski begitu, hingga saat ini pemekaran tersebut masih berstatus wacana. Pemerintah pusat belum memberikan lampu hijau terhadap usulan tersebut, mengingat moratorium pemekaran daerah masih berlaku. Proses untuk menjadi kabupaten definitif pun membutuhkan tahapan panjang, mulai dari persetujuan DPRD setempat hingga kajian administratif dan fiskal dari pemerintah pusat.
Jika nantinya disetujui, Kabupaten Musi Banyuasin Timur bisa menjadi DOB baru yang strategis di Sumatera Selatan, sekaligus membawa harapan baru bagi ratusan ribu warga yang tinggal di enam kecamatan tersebut.
Komentar